Sesungguhnya cinta itu berbilang fasanya. Saat mula mengenal cinta, segala perasaan yang tidak terbayangkan menerjah ruang hati dan minda. Sesaat rasa indah, sesaat rasa gundah, sesaat lagi rasa resah. Dulu, kala diri menginjak dewasa ,kusangka kutahu segala mengenai diri ini ,namun rupa-rupanya ada sebelah lagi jiwa yang meronta untuk diteroka dengan kehadiran insan yang bernama sang pencinta .
Ahh...cinta juga berubah dengan masa. Terkadang terasa ia sebuah perjalanan yang penuh dengan ranjau durinya yang tersendiri. Kembara kisah hati memang indah dan nikmatnya juga melimpah. Tidak selalu perasaan gejolak cinta itu menerjah , tidak juga ia jarang berlaku ; yang selalu terjadi adalah perasaan sepi yang bertapa di sanubari . Ombak dan geloranya pula, hanya Tuhan yang tahu. Tiada penawar rindu paling ampuh kecuali sebuah pertemuan dengan sang kekasih hati.
Gratis? Tiada yang percuma. Berkolam air mata dan berkarat sakit hati di sepanjang kembara cinta itu. Apatah lagi bila berkembara sebagai sang isteri. Maaf, kami isteri sejujurnya adalah karyawan emosi. Terkadang bisa itu hilang hanya dengan sekuntum senyuman. Acap kali pula rasa hiba pergi hanya dengan menyembah Yang Maha Esa . Tahajud di sepertiga malam, menyendiri mengadu dengan sendu yang sayu. Sesungguhnya segala yang terpalit di hati hanya Yang Maha Kuasa dapat memadamkannya kerana Dia yang mengurniakan rasa cinta itu, maka Dia jua yang berkuasa menariknya kembali dari lubuk hati.
Sabar ...adalah benteng cinta yang terampuh. Memang payah tapi aku pasrah demi hidup atas nama Allah yang maha Esa.
Doa adalah bekalan keramat kembara cinta. Kerana pada Dia aku berharap dan kerana Dia aku menjalani kembara cinta ini.
Sesungguhnya jika insan itu tidak pernah kenal erti cinta ketuhanan maka apalah sangat pendakiannya dalam kembara cinta manusia. Jangan percaya kata-kata cinta yang penuh misteri dan manipulasi...bagai memegang setangkai mawar.....hati-hati...mawar yang merah menggiurkan pasti ada banyak duri yang sedia mencucuk jari .
Semoga kembara cinta ini menjadi semakin suci dan murni seiring cintaku pada Illahi dan Nabi.
bila masa bercinta
Tuesday, 8 May 2012
Wednesday, 11 April 2012
Terjatuh tidak mengapa , jangan tersungkur
Jatuh dan gagal dalam erti kehidupan adalah perkara yang sangat biasa. Menurut kata Canfield dalam bukunya 'Success principles' , kegagalan hanyalah satu cara kita untuk maju ke hadapan dan boleh dianggap sebagai 'signal' ke jalan yang kita inginkan. Lebih baik kita jatuh daripada tidak berjalan langsung kan?
Namun, jatuh untuk orang yang muda tidak sama sakitnya dengan orang yang berpengalaman. Keilmuan dalam menangani kegagalan adalah maha penting dalam hidup ini. Sabar dan terus berusaha dan doa adalah makanan utama dalam menemouh kehidupan.
Tidak semestinya kita yang menyemai padi, kita yang tuai dan kita yang makan berasnya. Terkadang , rezeki kita mungkin sekadar menjual nasi lemak yang dibuat daripada beras atau mungkin kita tokeh besar yang mengendalikan restoran franchise disebabkan usaha (cause) yang kita pernah buat di arena persawahan itu : )) . Ini adalah satu segi untuk melihat sudut usaha dan rezeki .
Bukankah rezeki Allah itu luas untuk hambaNya?
Yang penting, ikhlas dan hidup semata-mata mengharapkan keredhaan Allah.
Namun, jatuh untuk orang yang muda tidak sama sakitnya dengan orang yang berpengalaman. Keilmuan dalam menangani kegagalan adalah maha penting dalam hidup ini. Sabar dan terus berusaha dan doa adalah makanan utama dalam menemouh kehidupan.
Tidak semestinya kita yang menyemai padi, kita yang tuai dan kita yang makan berasnya. Terkadang , rezeki kita mungkin sekadar menjual nasi lemak yang dibuat daripada beras atau mungkin kita tokeh besar yang mengendalikan restoran franchise disebabkan usaha (cause) yang kita pernah buat di arena persawahan itu : )) . Ini adalah satu segi untuk melihat sudut usaha dan rezeki .
Bukankah rezeki Allah itu luas untuk hambaNya?
Yang penting, ikhlas dan hidup semata-mata mengharapkan keredhaan Allah.
Saturday, 7 January 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)